Pada suatu hari di lorong rumah sakit
kau lihat air mata berdenting
berlompatan di antara gumam doa disaksikan dinding
yang diam-diam menguping
kau menangkap sebutir air mata itu, yang tak sengaja hinggap di ujung jarimu
air mata seorang ibu, anaknya baru saja layu
air mata itu lebih asin dari air matamu
kau meneguknya, getir menyerbu dadamu
pada air mata bening yang berdenting
memantul dukalaramu yang kerdil
keluh kesahmu sekejap redup
Pada suatu hari di lorong rumah sakit
kau teduh di bawah rimbun syukur yang perlahan subur
batangnya meneteskan susu
akarnya memangkumu laksana ibu
Suatu hari di lorong rumah sakit
Pada air mata bening yang berdenting
Keangkuhanmu ambruk
Kau bertambah akrab dengan Tuhan
Diana Rustam
Alumni Fakultas Pertanian dan Kehutanan
Universitas Hasanuddin
