Follow

Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Raih Penghargaan Internasional di Bangkok

Editor: Wandi Janwar | Sabtu, 09 Maret 2019 - 22:19 Wita | 130 Views
Dokumentasi Pribadi

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), Prof dr Budu PhD SpM(K) MEd, memperoleh penghargaan prestisius level dunia, Distinguished Service Award di Bangkok, Sabtu (9/3). Penghargaan ini dianugerahkan pada momen Kongres Tahunan ke-34 The Asia Pacific Academy of Ophthalmologist (APAO).

Organisasi tersebut merupakan wadah bagi para profesi dokter spesialis kesehatan mata se Asia Pasifik. APAO memiliki anggota dari berbagai kalangan, misalnya para akademisi dan praktisi dari berbagai negara. Setiap tahun, organisasi ini memberikan penghargaan kepada anggotanya, berdasarkan kontribusi mereka dalam bidang kesehatan mata dan pendidikan kesehatan pada umumnya.

Prof Budu menyatakan rasa syukurnya terhadap penghargaan yang ia capai. Beliau juga menyatakan tidak ada persiapan khusus yang dilakukan.

“Tidak ada persiapan khusus yang saya lakukan hanya diminta untuk mengirim Curriculum Vitae (CV) oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) pusat di Jakarta ke panitia seleksi di Bangkok, sebab penghargaan ini diberikan dengan menelusuri rekam jejak (track record) seseorang dokter ahli mata se Asia Pasific”, jelasnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (9/3).

Guru  Besar FK Unhas itu menambahkan, peran Unhas sangat penting dalam penghargaan yang perolehnya. Sebab, segala capaiannya selama ini berkat bantuan dari pihak Unhas.

“Peran Unhas terhadap penghargaan ini sangat besar. Saya Doktor Bidang Kedokteran di Jepang karena Unhas. Di sinilah saya dapat bekal menjadi peneliti di bidang biologi molekuler dan pendidikan spesialis Mata,” ucapnya.

Selain itu, mantan Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kemitraan Unhas ini juga berharap, agar kedepannya penghargaan serupa menjadi pemicu baginya untuk lebih banyak berkarya dan mengabdi sebagai seorang profesional di bidang mata.

“Saya berharap tentu penghargaan ini bukan sekedar penghargaan, tapi ini justru sebagai bentuk tanggung jawab yang lebih besar ke depannya dalam memerangi kebutaan (fighting blindness). Apalagi saya bukan hanya seorang profesional tapi saya juga dosen yang memiliki tugas tridarma yang lain, pendidikan dan penelitian,” pungkasnya,

Muh. Arwinsyah

BACA JUGA